Selasa, Maret 3, 2026
BerandaNasionalSaat Keping Tanah Liat Menjadi Mahkota Harapan di Atap Fahrudin

Saat Keping Tanah Liat Menjadi Mahkota Harapan di Atap Fahrudin

KEBUMEN – Selasa (03/03/2026), langit di atas desa sasaran TMMD tampak biru bersih, seakan memberi ruang bagi harapan untuk bertumbuh. Di halaman rumah sederhana milik Bapak Fahrudin, derap langkah dan suara genteng beradu pelan menjadi irama pagi yang penuh makna.

Sertu Agus, anggota Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen, tampak sigap mengangkut tumpukan genteng. Di pundaknya, keping-keping tanah liat itu bukan sekadar material bangunan, melainkan potongan harapan yang akan menyempurnakan rumah layak huni (RTLH) milik Bapak Fahrudin.

Dengan cekatan, ia menaiki tangga kayu, menyerahkan genteng satu per satu ke atas rangka atap. Keringat mengalir di pelipisnya, namun tak sedikit pun mengurangi semangatnya.
“Pelan-pelan, Pak… biar saya saja yang angkat,” ucap Sertu Agus ramah saat Bapak Fahrudin hendak membantu.
Bapak Fahrudin tersenyum haru. “Rumah saya seperti mimpi yang pelan-pelan jadi nyata, Pak,” tuturnya lirih.

Genteng-genteng itu kemudian dipasang rapi, menutup celah-celah yang dulu membiarkan angin dan hujan masuk tanpa permisi. Kini, setiap kepingnya menjadi pelengkap kesempurnaan sebuah rumah—tempat keluarga berlindung, beristirahat, dan merajut masa depan.

Program TMMD Reguler ke-127 bukan hanya membangun dinding dan atap, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan martabat bagi warga yang membutuhkan. Di balik setiap pekerjaan fisik, tersimpan nilai gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., menyampaikan bahwa pengerjaan RTLH merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Melalui TMMD, kami ingin memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak dan sehat. Apa yang dilakukan anggota di lapangan adalah bentuk pengabdian tulus demi membantu rakyat,” tegasnya.

Saat genteng terakhir terpasang, Sertu Agus menatap atap yang kini utuh. Di bawahnya, Bapak Fahrudin berdiri dengan mata berbinar. Rumah itu mungkin sederhana, namun kini telah lengkap—dengan atap yang kokoh dan harapan yang tak lagi bocor.
Di antara tanah liat dan peluh prajurit, terpatri satu pesan: bahwa setiap keping kecil yang dikerjakan dengan ikhlas akan menyusun kesempurnaan bagi kehidupan yang lebih layak. (Taufik Hidayat)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments