Kebumen – Di tengah deru palu dan adukan semen, semangat pengabdian TNI kembali bergema di Desa Somagede, Kecamatan Sempor. Kamis (12/02/2026), anggota Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen menunjukkan aksi nyata sebagai prajurit pembangun negeri dengan bekerja cekatan dalam pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Sanmartam.
Sejak pagi hari, personel Satgas TMMD tanpa ragu memikul material bangunan, menyusun bata, dan meratakan adukan semen dengan penuh ketelitian. Setiap ayunan tangan mereka bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan simbol kepedulian negara kepada rakyat kecil yang membutuhkan uluran tangan.
Kondisi rumah Bapak Sanmartam sebelumnya sangat memprihatinkan. Dinding yang rapuh dan atap yang bocor menjadi saksi kehidupan yang dijalani dengan keterbatasan. Kini, melalui program TMMD Reguler ke-127, harapan baru mulai berdiri tegak bersama tembok-tembok yang perlahan kokoh dibangun oleh prajurit TNI.
Komandan Satgas TMMD Reg Ke-127 Kodim 0709/Kebumen menegaskan bahwa pembangunan RTLH bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan wujud nyata pengabdian TNI kepada rakyat.
“TMMD hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Rumah yang layak adalah pondasi kehidupan yang lebih baik. Kami ingin Bapak Sanmartam dan keluarganya dapat hidup lebih sehat, aman, dan bermartabat,” ungkapnya.
Bapak Sanmartam tampak terharu menyaksikan rumahnya dibangun bersama-sama oleh para prajurit. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
“Tidak pernah saya bayangkan rumah saya dibangun oleh TNI. Ini seperti mimpi. Terima kasih atas semua kebaikan ini,” ucapnya lirih.
Pembangunan RTLH ini menjadi bukti bahwa TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun harapan dan masa depan warga desa. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat di Desa Somagede semakin menguatkan semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa Indonesia.
Melalui tangan-tangan prajurit yang bekerja tanpa pamrih, TMMD mengukir sejarah kecil penuh makna: dari rumah sederhana, lahir rasa persatuan, dari tembok yang berdiri, tumbuh keyakinan bahwa negara selalu hadir di tengah rakyatnya.



