Kebumen — Di tengah denyut pekerjaan TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen, terselip potret kemanusiaan yang begitu menggetarkan. Saat melintasi jalan Desa Somagede, anggota Satgas TMMD menyapa ibu-ibu tangguh pencari rumput yang tengah berjuang memanggul beban demi keluarga, Jumat (20/02/2026).
Langkah para prajurit melambat. Senyum tulus pun terulur. Di tepi jalan desa itu, percakapan sederhana mengalir hangat—tentang rutinitas mencari pakan ternak, tentang keluarga di rumah, hingga tentang harapan hidup yang lebih baik. Ibu-ibu yang semula berjalan tergesa tampak sumringah, merasa diperhatikan di tengah kerasnya perjuangan sehari-hari.
Ikatan rumput di pundak mereka menjadi saksi betapa kuatnya perempuan-perempuan desa menjaga dapur tetap menyala. Kehadiran prajurit yang menyapa dengan hormat menghadirkan energi baru, menghapus sejenak rasa lelah yang mereka pikul.
“Senang sekali disapa bapak-bapak TNI. Rasanya seperti disemangati,” ungkap salah satu ibu dengan mata berbinar.
Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa setiap prajurit harus peka terhadap kehidupan masyarakat di sekitarnya.
“TMMD bukan hanya membangun secara fisik, tetapi juga membangun kedekatan hati. Prajurit harus hadir sebagai sahabat rakyat, yang mau menyapa, mendengar, dan menguatkan,” tegasnya.
Momen singkat di jalan Somagede itu menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar slogan. Ia hidup dalam sapaan hangat, dalam senyum sederhana, dan dalam kepedulian yang tulus.
Di desa ini, Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen terus menorehkan makna pengabdian—bahwa membangun negeri tidak selalu dengan beton dan bata, tetapi juga dengan empati yang menyentuh jiwa.



