Jumat, Maret 27, 2026
BerandaHLIni Daftar 97 Pinjol yang Didenda KPPU dalam Kasus Kartel Bunga

Ini Daftar 97 Pinjol yang Didenda KPPU dalam Kasus Kartel Bunga

TAMPANGNEWS.COM – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)menjatuhkan sanksi denda total Rp755 miliar kepada 97 pelaku usaha fintech P2P lending pada 26 Maret 2026. Mereka terbukti melanggar UU No. 5/1999 terkait kesepakatan penetapan suku bunga pinjaman (kartel) yang membatasi persaingan.

Berikut adalah daftar pengenaan denda terhadap 97 pelaku usaha pinjaman online:

PT Abadi Sejahtera Finansindo

PT Adiwisista Finansial Teknologi

PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia

PT Aktivaku Investama Teknologi

PT Alami Fintek Sharia

PT Aman Cermat Cepat

PT Amartha Mikro Fintek

PT Ammana Fintek Syariah

PT Anugerah Digital Indonesia

PT Artha Dana Teknologi

PT Artha Permata Makmur 

PT Astra Welab Digital Arta 

PT Berdayakan Usaha Indonesia

PT Bursa Akselerasi

PT Cerita Teknologi Indonesia (d.h PT Cerita Investasi Teknologi Indonesia)

PT Cicil Solusi Mitra Teknologi

PT Creative Mobile Adventure

PT Crowde Membangun Bangsa

PT Dana Bagus Indonesia

PT Dana Kini Indonesia

PT Dana Pinjaman Inklusif

PT Dana Syariah Indonesia

PT Digital Micro Indonesia

PT Doeku Peduli Indonesia

PT Duha Madani Syariah

PT Esta Kapital Fintek

PT Ethis Fintek Indonesia

PT Fidac Inovasi Teknologi

PT Finansia Aira Teknologi

PT Finansial Integrasi Teknologi

PT Fintech Bina Bangsa (d.h PT Dana Bina Bangsa)

PT Fintegra Homido Indonesia

PT Fintek Digital Indonesia (d.h PT Fintek Digital Ventura Indonesia)

PT Gradana Teknoruci Indonesia

PT Grha Dana Bersama

PT Harapan Fintech Indonesia

PT Idana Solusi Sejahtera

PT Iki Karunia Indonesia (d.h PT Iki Dana Indonesia)

PT Inclusive Finance Group

PT Indo Fin Tek

PT Indonesia Fintopia Technology

PT Indonusa Bara Sejahtera

PT Indosaku Digital Teknologi (d.h PT Sens Teknologi Indonesia)

PT Info Tekno Siaga

PT Inovasi Terdepan Nusantara

PT Intekno Raya

PT Julo Teknologi Finansial

PT Kawan Cicil Teknologi Utama

PT Klikcair Magga Jaya

PT Komunal Finansial Indonesia

PT Kreasi Anak Indonesia

PT Kredifazz Digital Indonesia (d.h PT Finaccel Digital Indonesia)

PT Kredit Pintar Indonesia

PT Kredit Plus Teknologi

PT Kredit Utama Fintech Indonesia

PT Kreditku Teknologi Indonesia

PT Kuaikuai Tech Indonesia

PT Lampung Berkah Finansial Teknologi

PT Pindar Berbagi Bersama (d/h PT Layanan Keuangan Berbagi)

PT Lentera Dana Nusantara

PT Linkaja Modalin Nusantara (d.h PT Igrow Resources Indonesia)

PT Lumbung Dana Indonesia

PT Lunaria Annua Teknologi

PT Mapan Global Reksa

PT Mediator Komunitas Indonesia

PT Mekar Investama Teknologi (d.h PT Mekar Investama Sampoerna)

PT Mitrausaha Indonesia Grup

PT Modal Rakyat Indonesia

PT Mulia Inovasi Digital

PT Oriente Mas Sejahtera

PT Pasar Dana Pinjaman (d.h PT Komunindo Arga Digital)

PT Pembiayaan Digital Indonesia

PT Pendanaan Teknologi Nusa

PT Pinduit Teknologi Indonesia

PT Pinjaman Kemakmuran Rakyat

PT Pintar Inovasi Digital

PT Piranti Alphabet Perkasa

PT Plus Ultra Abadi (d.h PT Fintech Uangsaku Indonesia)

PT Pohon Dana Indonesia

PT Progo Puncak Group

PT Qazwa Mitra Hasanah

PT Rezeki Bersama Teknologi

PT Ringan Teknologi Indonesia (d.h PT Lufax Technology Indonesia)

PT Sahabat Mikro Fintek

PT Satustop Finansial Solusi

PT Sejahtera Sama Kita

PT Simplefi Teknologi Indonesia

PT Smartec Teknologi Indonesia

PT Sol Mitra Fintec

PT Solid Fintek Indonesia

PT Solusi Teknologi Finansial

PT Stanford Teknologi Indonesia

PT Teknologi Merlin Sejahtera

PT Toko Modal Mitra Usaha

PT Tri Digi Fin

PT Trust Teknologi Finansial

PT Uangme Fintek Indonesia

Hal itu terungkap dalam pembacaan Putusan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam Perkara Nomor 05/KPPU-I/2025  tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 terkait Layanan Pinjam-Meminjam Uang atau Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (Fintech P2P Lending) di Indonesia, yang telah dilaksanakan pada 26 Maret 2026, di Jakarta

Para Pelaku usaha layanan pinjaman online (Pinjol) itu diharuskan membayar denda. Total denda mencapai Rp 755 miliar.

KOMISI Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan 97 pelaku usaha layanan fintech P2P lending atau pinjaman online terbukti melanggar Pasal 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Atas pelanggaran tersebut, para pelaku usaha dijatuhkan sanksi denda beragam dengan total denda mencapai Rp 755 miliar.

Putusan ini menandai berakhirnya salah satu perkara persaingan usaha terbesar yang pernah ditangani KPPU, baik dari sisi jumlah terlapor maupun cakupan industri yang berdampak langsung pada masyarakat luas,” ucap Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur dalam keterangan resmi pada Kamis, 26 Maret 2026.

Dia menuturkan, berdasarkan pemeriksaan alat bukti dan fakta yang terungkap di persidangan, Majelis Komisi menyimpulkan bahwa telah terjadi perjanjian penetapan suku bunga dan atau manfaat ekonomi oleh para terlapor.

Deswin mengatakan penetapan batas atas suku bunga yang berada jauh di atas tingkat keseimbangan pasar bersifat non-binding dan tidak efektif dalam melindungi konsumen. Selain itu, penetapan batas atas suku bunga dinilai berpotensi berfungsi sebagai mekanisme yang memfasilitasi koordinasi penetapan harga di antara para pelaku usaha.

Menurut Deswin, dalam kondisi tersebut, keberadaan batas atas mengarahkan ekspektasi dan strategi harga pelaku usaha, sehingga mendorong terbentuknya keselarasan perilaku dalam penetapan suku bunga. “Akibatnya, kebijakan tersebut mengurangi intensitas persaingan harga dan menghambat dinamika kompetisi di pasar pinjaman daring,” kata dia. (mbam)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments