Kamis, Februari 12, 2026
BerandaGaya HidupSejarah Umroh dari masa Rasulullah SAW Hingga Kini

Sejarah Umroh dari masa Rasulullah SAW Hingga Kini

TAMPANGNEWS.COM – Sejarah umroh berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS dan keluarganya (Hajar dan Ismail) lebih dari 4.000 tahun lalu, yang membangun Ka’bah sebagai pusat penyembahan Allah.

Jutaan Jemaah umroh memenuhi pelataran Ka’bah setiap tahunnya. (Ist)

Umroh adalah salah satu bentuk ibadah dalam Islam yang dilakukan dengan mengunjungi Ka’bah di Masjidil Haram dan melakukan rangkaian ritual tertentu. Meski hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), umroh memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi umat Muslim. Untuk lebih memahami keistimewaannya, mari kita telusuri sejarah umroh dari masa awal Islam hingga sekarang.

Secara bahasa, umroh berasal dari kata i‘timar, yang berarti “berkunjung.” Dalam konteks ibadah, umroh berarti kunjungan ke Baitullah di Makkah untuk menjalankan rangkaian ritual tertentu seperti thawaf, sa’i, dan tahallul.

Ibadah ini telah dikenal sejak masa pra-Islam (jahiliyah), namun tata cara pelaksanaannya belum sesuai syariat. Barulah setelah Islam datang, Rasulullah SAW menetapkan tata cara umroh yang benar sebagai bagian dari syariat Islam.

Ibadah ini berfokus pada kunjungan ke Baitullah (Ka’bah) untuk ritual thawaf, sa’i, dan tahallul, yang dimurnikan oleh Rasulullah SAW dari praktik jahiliyah.

Hal hal Penting dalam Sejarah Umroh adalah merupakan Asal-Usul (Nabi Ibrahim & Ismail). Bermula ketika Nabi Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail di lembah gersang Makkah, yang kemudian mendirikan Ka’bah.

Ritual sa’i berawal dari peristiwa Hajar mencari air di antara Shafa dan Marwah.

Dimasa Jahiliyah, masyarakat Arab sebelum Islam melakukan umroh, namun mencampurnya dengan praktik syirik (berhala).

Pada Masa Rasulullah SAW, Rasulullah SAW mencontohkan umroh yang benar (sesuai syariat) setelah hijrah ke Madinah.

Perjalanan umroh pertama yang tercatat dalam sejarah Islam terjadi pada tahun ke-6 Hijriah. Saat itu, Nabi Muhammad SAW dan sekitar 1.400 sahabat berniat menunaikan umroh ke Makkah. Namun mereka dihalangi oleh kaum Quraisy yang belum menerima kehadiran umat Islam di kota suci.

Akhirnya, terjadi Perjanjian Hudaibiyah, yang menyepakati bahwa kaum Muslimin akan diizinkan memasuki Makkah pada tahun berikutnya.

Setahun kemudian, Nabi SAW kembali ke Makkah dan berhasil melaksanakan umroh bersama para sahabat. Umroh ini disebut Umroh Qadha, sebagai pengganti umroh yang tertunda sebelumnya. Ini adalah umroh pertama Nabi SAW setelah hijrah, dan dilaksanakan tanpa gangguan dari kaum Quraisy.

Pada tahun ke-10 Hijriah, Nabi Muhammad SAW melaksanakan ibadah haji terakhir yang dikenal sebagai Haji Wada’. Dalam perjalanan ini, beliau juga melaksanakan umroh sebagai bagian dari manasik haji. Hal ini menunjukkan bahwa umroh dan haji saling berkaitan dan sama-sama memiliki nilai ibadah yang tinggi.

Sejarah umroh bukan hanya catatan perjalanan ibadah, tetapi juga cermin perjuangan, cinta kepada Allah, dan ketaatan kepada syariat. Hingga hari ini, umroh tetap menjadi ibadah yang dirindukan oleh umat Islam di seluruh dunia.

Umroh adalah perjalanan suci yang menunjukkan penyerahan diri kepada Allah, yang kini terus dipraktikkan oleh umat Islam dari seluruh dunia.

Semoga Allah SWT memudahkan kita semua untuk bisa menunaikan umroh dalam keadaan sehat, selamat, dan diterima sebagai amal shaleh. Aamiin. (***)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments